Mengajukan KPR rumah bekas tanpa uang muka bisa dikatakan tidak memungkinkan.
Namun, meski tidak memungkinkan untuk diwujudkan, kami punya solusinya.
Anda tetap bisa membeli rumah dengan harga yang cukup murah, yakni dengan pengajuan KPR rumah bekas.
Proses pengajuannya pun tidak sulit, cukup dengan mengikuti segala proses dan melengkapi semua persyaratan saat mengajukannya.
Untuk lebih jelasnya, simak tahap pengajuan KPR rumah bekas berikut:
1. Temukan Dulu Rumah Impian
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memiliki referensi rumah yang ingin dibeli.
Untuk memudahkan Anda menemukan rumah impian, gunakan situs properti seperti 99.co Indonesia.
Sebagai situs jual beli rumah terbesar di Indonesia, 99.co akan membantu Anda menemukan rumah impian.
2. Hubungi Pemilik Rumah
Setelah mendapatkan rumah yang ingin dibeli, langkah selanjutnya adalah menghubungi pemilik rumah dan melakukan dealing atau kesepakatan.
Cobalah untuk menawar dengan harga murah untuk mengurangi anggaran Anda dalam membeli rumah tersebut.
3. Pilih Penyedia Layanan KPR yang Sesuai
Saat ini, banyak sekali bank penyedia layanan KPR yang bisa kamu pilih.
Bank-bank tersebut juga menawarkan skema KPR dan besaran uang muka yang berbeda-beda.
Pilihlah bank yang memberikan skema KPR yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tentunya kemampuan Anda.
Carilah bank yang menawarkan bunga rendah agar cicilan rumah yang Anda bayarkan jadi lebih murah.
Setelah mendapatkan bank penyedia KPR, persiapkan dokumen yang menjadi syarat umum pengajuan KPR rumah bekas, meliputi
Kartu Keluarga dan KTP;
  • NPWP;
  • surat nikah;
  • slip gaji 3 bulan terakhir;
  • surat keterangan kerja; serta
  • rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.
4. Memulai Proses Penilaian
Sudah mengajukan KPR, maka langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian atau appraisal terkait kelayakan dan kesanggupan pemohon kredit dalam melunasi cicilannya.
Proses penilaian ini dilakukan dengan cara BI Checking, yakni melihat kondisi keuangan dan riwayat kredit yang telah dilakukan.
Appraisal juga meliputi penilaian harga rumah, pihak bank akan melakukan survei secara langsung dan menilai berapa estimasi harga rumah tersebut.
Proses penilaian harga rumah cukup penting, sebab hal ini menjadi penentu plafon pinjaman yang akan diberikan pihak bank kepada debitur.
5. Mengurus Surat Perjanjian Kredit (SPK)
Langkah selanjutnya adalah mengurus Surat Perjanjian Kredit atau SPK.
SPK cukup penting karena seluruh ketentuan terkait kredit tertera di dalamnya serta memiliki kekuatan hukum yang tinggi.
Proses pengecekan SPK dimaksudkan agar poin-poin yang tertera di dalamnya cukup untuk menjaga keamanan pembeli dan penyedia layanan KPR, khususnya dalam kasus jual beli rumah bekas.
Beberapa poin yang harus diperhatikan adalah:
  • Suku bunga yang ditetapkan
  • Biaya appraisal
  • Biaya tambahan lain, seperti biaya provisi, administrasi, asuransi, notaris, pajak dan lainnya
  • Ketentuan penalty atau denda pelunasan dipercepat
  • Penentuan notaris yang akan mengurus seluruh dokumen tersebut
  • 6. Proses Tanda Tangan Akad
  • Setelah menyelesaikan semua rangkaian proses pengajuan KPR, selanjutnya adalah melakukan tanda tangan akad.
Proses akad ini dilakukan di hadapan notaris yang telah ditunjuk dan dihadiri oleh pihak-pihak terkait, seperti pembeli, penjual rumah, dan pihak bank.
Tetapi sebelum menyelesaikan akad sebagai pihak pembeli, Anda diwajibkan untuk menyelesaikan beberapa hal, di antaranya:
  • Melunasi biaya KPR
  • Melunasi biaya jasa notaris
  • Menyerahkan dokumen; KTP, KK. NPWP, sertifikat rumah, IMB, dan PBB
  • Menunggu notaris mengecek keabsahan dokumen
  • Hadir pada saat akan dan melakukan tanda tangan. Jika sudah menikah, wajib membawa serta pasangan.
  • Mendengar hak dan kewajiban masing-masing pihak

 

Sumber: 99.co Indonesia

Image: Freepik