Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi surplus neraca perdagangan sebesar 2,6 miliar dollar AS pada November 2020. Dengan demikian selama tujuh bulan berturut-turut Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan. Kepala BPS Suhariyanto pun mengungkapkan surplusnya neraca perdagangan kali ini cukup menggembirakan karena disebabkan oleh kenaikan ekspor yang terjadi baik secara bulanan (month to mont/mtm) maupun secara tahunan (year on year/yoy).

“Harus disampaikan surplus ini menggembirakan karena ini terjadi karena ada kenaikan ekspor yang meningkat baik month to month maupun year on year, sementara impor juga meningkat secara month to month meski secara year on year masih menurun,” jelas Suhariyanto ketika memberikan paparan secara virtual, Selasa (15/12/2020). Baca juga: Mendag: Surplus Neraca Perdagangan September 2020 Tertinggi Sejak 2012 Lebih rinci dijelaskan, realisasi ekspor pada November 2020 sebesar 15,28 miliar dollar AS angka tersebut meningkat 6,36 persen bila dibandingkan dengan Oktober 2020 lalu.

Sementara bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor tersebut juga tumbuh 9,54 persen. Sementara untuk impor realisasinya pada November 2020 sebesar 12,66 miliar dollar AS. Didukung oleh impor non migas yang tumbuh 19,27 persen sementara impor migas naik tipis 0,59 persen Meski bila dibanding November 2019, realsiasi nilai impor masih menurun 17,46 persen. “Bila dibandingkan dengan nilai impor Oktober 2020 berarti impor meningkat 17,46 persen karena ada penurunan impor non migas 12,33 persend an impor migas juga turun cukup dalam 49,16 persen,” jelas Suhariyanto.

Adapun surplus neraca dagang Indonesia terjadi dengan beberapa Negara seperti Amerika Serikat yang surplusnya sebesar 948,7 juta dollar AS, India sebesar 603,8 juta dollar AS, serta Filipina sebesar 523,4 juta dollar AS. Di sisi lain Indonesia masih mencatatkan defisit neraca perdagangan sebesar 572,6 juta dollar AS dengan China, 198 juta dollar AS dengan Hong Kong, dan defisit 142,6 juta dollar AS dengan Australia. “Adapun sepanjang Januari hingga November 2020 masih surplus cukup besar 19,66 miliar dollar AS. Jauh lebih menggembirakan dibanding Januari-November 2019 yang lalu waktu itu mengalami defisit 3,5 miliar dollar AS,” ujar Suhariyanto.

Sumber: kompas.com
Image: Freepik.com