Memilih jenis investasi, membutuhkan pertimbangan yang matang. Mana yang lebih menguntungkan di antara tabungan, deposito, dan reksadana? Tiga investasi yang dikenal paling umum di kalangan masyarakat. Yuk, teliti lebih lanjut!

Tabungan adalah produk perbankan untuk menyimapan uang, sedangkan deposito lebih diperuntukan untuk mengembangkan uang. Reksadana pasar uang adalah wadah investasi di mana dana kelolanya ditempatkan 100% pada instrument beresiko rendah, seperti deposito, surat berharga, dan oblihasi dengan jatuh temp kurang dalam satu tahun. Reksadana pasar uang adalah jenis investasi reksadana yang paling aman dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya.

Bunga & Imbal Hasil

Umumnya, bunga yang diberikan bank naik 1% per tahun. Sedangkan deposito bisa memberikan imbal hasil sekitar 5.5% per tahun. Sedangkan reksadana pasar uang, keuntungannya bisa mencapai lebih dari 6.5%. Namun, tentu dengan resiko investasi yang harus dipahami oleh investor.

Pajak dan Biaya

Setiap bulan bank akan mengenakan biaya administrasi, nilainya tergantung kebijakan masing-masing bank.

Pada deposito dan reksadana pasar uang, dana yang disimpan bebas admin. Bahkan di reksadana pasar uang, keuntungannya juga sudah bersih dari pajak.

Sama seperti tabungan, pada reks dana pasar uang, saldo bisa ditambah dan dikurangi setiap saat.

Sedangkan pada deposito, kita harus menunggu jumlah simapanan mencapai angka tertentu dan baru bisa dicairkan setelah jatuh tempo. Jika kurang dari itu, maka akan ada pinalti.

Terkait jumlah investasi yang harus dimiliki, tidak perlu khawatir. Karena di reksadana pasar uang, hanya perlu model mulai dari sepuluh ribu rupiah saja.

Sedangkan untuk deposito, minimal investasi yang dimiliki adalah lima sampai sepuluh juta rupiah, untuk deposito jangka waktu minimal 1 bulan.

Pada reksadana pasar uang, dana akan dialokasikan oleh manajer investasi ke obligasi jangka pendek negara atau korporasi, namun bisa juga dialokasikan ke deposito bank.

Dengan reksa dana pasar uang, kita bisa memiliki deposito tanpa perlu menunggu dananya cukup atau menunggu jatuh tempo.