Rumah.com Consumer Sentiment Study menyebutkan bahwa jumlah pencari rumah yang menunda transaksi properti mulai berkurang dari yang sebelumnya 60% kini menjadi 52%. Laporan ini menjadi angin segar di tengah perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah Jawa-Bali yang berdampak pada berbagai sektor termasuk properti.
Menurut Marine Novita, Country Manager Rumah.com, walaupun penanganan pandemi masih jauh dari selesai, namun kebutuhan terhadap hunian bukan hal yang bisa ditunda terus menerus.
Temuan lainnya dari Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 tersebut adalah 50% responden menyatakan untuk menghindari membeli hunian di klaster dimana penghuninya ada yang sudah berstatus positif COVID-19. Angka ini merupakan kenaikan dibandingkan dengan hasil survei pada semester sebelumnya yang mencatat 40% responden menghindari hunian dengan penghuni yang sudah terinfeksi COVID-19.
Di sisi investor properti, meskipun mayoritas saat ini masih ragu untuk berinvestasi namun sekitar 1 dari 4 investor atau 23% responden melihat periode ini sebagai saat yang bagus untuk melakukan investasi properti. Sementara 40% responden lainnya memilih untuk menunggu melakukan investasi properti hingga pandemi sudah selesai. Sebagian kecil lainnya yaitu 17% responden menyatakan tidak ada perubahan dalam rencana investasinya dan 14% responden lainnya menyatakan ragu untuk berinvestasi properti sekarang.
Marine menjelaskan banyak masyarakat yang sekarang menghindari klaster terinfeksi daripada sebelumnya dan lebih sedikit masyarakat yang menyatakan penundaan dalam transaksi properti daripada sebelumnya.
“Selain itu lebih banyak masyarakat berpenghasilan menengah dan dari kelompok usia paruh baya yang menghadapi penundaan transaksi properti. Sementara masyarakat berpenghasilan lebih rendah cenderung menghindari membeli hunian di klaster yang terinfeksi,” jelasnya.
Saat ini yang paling penting dilakukan calon pencari rumah dan keluarga muda adalah mempelajari dulu proses pembelian rumah, membandingkan suku bunga dan pilihan pembiayaan, serta mempersiapkan keuangan pribadi agar lebih siap secara finansial ketika akhirnya membuat keputusan.
Sumber: Marketeers.com (Ramadhan Triwijanarko)