Ketersediaan lahan dan kedekatannya dengan Jakarta telah mendorong perkembangan perumahan di Wilayah Bogor, Tangerang Banten, dan Bekasi, Karawang Selain itu juga didukung oleh adanya moda transportasi publik baik eksisting maupun yang masih dalam tahap pembangunan. Hingga Q 1 2020 total pasokan perumahan yang aktif di pasar primer diperkirakansekitar 123 199 unit, dimana 67 5 sudah terjual menyisakan sekitar 38 776 unit rumah belum terjual.

Mayoritas pasokan berada di wilayah Bekasi-Karawang (46,6%) Bogor (24,3%) dan Tangerang-Banten (21,1 %) sedangkan sisanya tersebar di Depok dan Jakarta. Tingginya jumlah pasokan di tiga wilayah tersebut karena didukung oleh keberadaan kawasan industri dan ketersediaan moda transportasi publik berbasis rel sehingga mendorong pengembangan dengan konsep TOD.

Permintaan didominasi oleh proyek proyek yang baru dipasarkan selama setahun terakhir terutama pada segmen pasar menengah bawah serta perumahan bersubsidi.

COVID-19 telah memberikan pengaruh terhadap pasokan maupun permintaan perumahan selama Q1-2020, terindikasi dar ipenurunan pasokan baru sebesar 5% dibandingkan Q4-2019 dan penyerapan permintaan yang cukup rendah pada proyek – proyek baru yang diluncurkan selama Q1-2020.

 

Pasokan baru selama Q1-2020 sebagian besar mulai dipasarkan pada Januari dan Februari. Proyek-proyek tersebut diantaranya berlokasi di Maja, Balaraja, BSD City, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang. Sedangkan pada bulan Maret 2020, tidak terdapat penambahan pasokan baru di sector perumahan.

 

Sebagian besar peluncuran proyek baru yang direncanakan pada pertengahan Maret ditunda karena kebijakan Pemerintah yang menghimbau social distancing dan membatasi jumlah orang yang boleh berkumpul. Sehingga, dikhawatirkan pada terbatasnya jumlah calon pembeli yang hadir.

 

Didorong oleh kontribusi enduser, perumahan pada segmen menengah ke bawah menjadi yang paling banyak diminati, antara lain yang berlokasi di Wilayah Tangerang-Banten, karena masih terdapat transaksi meskipun pada kondisi pandemic COVID-19.

Perumahan yang didukung oleh aksesibilitas yang baik seperti memiliki akses langsung terhadap stasiun kereta api terus menunjukan penyerapan yang baik, karena moda transportasi menjadi nilai jual dan daya Tarik bagi enduser.

 

Beberapa calon pembeli masih melakukan korespondensi dengan agen pemasaran untuk mendapatkan informasi produk di beberapa proyek meskipun di tengah pandemic COVID-19, dengan memanfaatkan layanan virtual. Bahkan beberapa dari mereka dating ke kantor pemasaran untuk menyelesaikan transaksi atau hanya melihat show unit dan kondisi lingkungan serta memastikan kualitas produk.

 

Pasar perumahan di Jabodetabek tumbuh positif pada Q1-2020, karena beberapa proyek menikmati penyerapan yang lebih tinggi dibanding tahun lalu, terutama selama periode Januari dan Februari 2020.

Pada dasarnya perumahan merupakan sector yang paling bertahan dan terus tumbuh dibandingkan dengan sector properti lainnya meskipun di tengah pandemic COVID-19 di Jabodetabek, terutama perumahan dengan harga <1miliar atau perumahan segmen menengah ke bawah.