Hari raya Idul Adha 1141 Hijriah akan berbeda dari perayaan sebelumnya. Situasi pandemi ini mengharuskan pelaksanaan kurban harus menyesuaikan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

 

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Agama, telah menerbitkan surat edaran berisi panduan pelaksanaan kurban selama pandemi. Panduan ini mencakup langkah-langkah mitigasi resiko dalam penjualan dan penyembelihan hewan kurban.

 

Oleh karena itu, pedagang kurban harus mengoptimalkan penjualan secara daring. Kalaupun melakukan jual-beli secara langsung, pedagang maupun pembeli harus menerapkan jaga jarak, pengecekan suhu tubuh, dan Langkah-langkah pencegahan lainnya.

 

Idul Adha sendiri merupakan salah satu hari raya umat Islam. Perayaaan Idul Adha dilakukan bersamaan dengan ritual ibadah haji di Mekkah saat para jamaah tenga Wukuf atau istirahat di Arafiah.

 

Setiap tahunnya, lebih dari satu miliar Muslim di seluruh dunia merayakan hari raya yang juga dikenal dengan Festival Pengorbanan.

 

Idul Adha merupakan salah satu tanggal penting dalam kalender Islam yang ditandai dengan puncak ibahdah Haji di Mekkah, Arab Saudi. Perayaan ini memperingati Nabi Ibrahim dalam Al Quran yang diperintahkan untuk mengorbankan putranya sebagai tanda kepatuhan.

 

Untuk memperingati ujian Allah SWT atas Nabi Ibrahim, umat Islam pun melakukan penyembelihan daging kurban dan mendistribusikan kepada keluarga, tetangga, dan orang miskin. Di Indonesia, pelaksanaan kurban memiliki banyak karakter. Manten Sapi di Pasuruan, Jawa Timur, contohnya. Ada juga Grebeg Gunungan dari Yogyakarta, Kaul Negeri dan Abda’u dari Maluku Tengah, Apitan dari Semarang, dan lainnya.