Pemlihan presiden Amerika Serikat (AS) mulai dilaksanakan pada 3 November waktu setempat, sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Gelaran pesta demokrasi ini telah ditunggu lama oleh para pelaku pasar seluruh dunia. Sampai saat ini pelaku pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan AS ke depan. Pasalnya, negara adidaya tersebut memiliki dampak besar terhadap perekonomian di berbagai negara penjuru dunia, termasuk Indonesia. Jika dilihat berdasarkan realisasi neraca dagang pada September lalu, AS menjadi negara kedua tujuan ekspor non migas Indonesia, dengan nilai sebesar 1,69 miliar dollar AS. Sementara impor, AS hanya kalah oleh China dan Singapura, dengan nilai sebesar 607,4 juta dollar AS. Oleh karenanya, hasil kemenangan antara Joe Biden, atau petahana, Donald Trump, sangat ditunggu-tunggu oleh banyak pihak dalam negeri.
Lantas, bagaimana dampak hasil pemilihan presiden AS nantinya terhadap perekonomian Indonesia? Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penelitian Ekonomi Manajemen (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teuku Rifky menilai, sejauh ini dampak langsung dari pemlihan presiden AS terhadap perekonomian AS masih sulit dilihat. “Kalau dilihat secara fundamental masih agak sulit mengukur dampak dari pemilu AS kali ini terutama terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (4/11/2020). Kendati demikian, Teuku meyakini, apabila nantinya Donald Trump kembali terpilih, perekonomian secara global akan kembali dihadapkan kepada ketidakpastian kebijakan dari Negeri Paman Sam. “Kita sudah melihat bagaimana Trump di masa pertama kepemimpinannya di mana penuh kontroversi dan ketidakpastian,” ujarnya.
Menurutnya, Biden memiliki potensi yang lebih besar untuk memberikan sentimen positif terhadap perekonomian global ke depan, termasuk Indonesia. Pasalnya, Biden disebut tidak akan memberikan ketidakpastian layaknya Trump lakukan dalam periode kepemimpinannya. Teuku menilai, Biden akan meregangkan kebijakan proteksionis yang selama ini dilaksanakan Trump, dengan cara meredam tensi geopolitik dengan berbagai negara maupun organisasi internasional. “Tentunya ini semua tidak pasti,” kata dia. Namun, Teuku meyakini dengan proyeksi-proyeksi kebijakan yang akan dikeluarkan Biden, perekonomian ke depan diyakini menjadi lebih baik. “Biden dirasa akan lebih membawa kestabilan dan menurunkan ketidakpastian di pasar global akibat dampak pengaruh politik AS yang besar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia,” ucapnya.
Sumber: kompasdotcom
Image: Freepik