Yuk, Hitung Biaya KPR dan cicilannya!

 

Walau dalam situasi sulit seperti ini, memiliki rumah bukan tidak mungkin. Dengan perhitungan yang matang, semua orang masih punya kesempatan mendapatkan rumah idaman. Apalagi, di masa seperti ini banyak developer yang memberikan keringanan dengan promo yang menarik. Bagi sebagian orang yang sudah memiliki uang tunai, tentunya bukan masalah lagi. Namun, bagi yang masih bergantung pada penghasilan bulanan, ada trik menghitungnya.

 

Mengambil KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) adalah salah satu solusi bagi yang masih mempunyai hambatan dana. Dengan fasilitas perbankan yang satu ini, Anda bisa membeli sebuah rumah dengan cara mencicil setiap bulannya selama kurun waktu tertentu. Begini, cara menghitung kemampuan Anda sebelum mengambil KPR.

 

1. Uang Muka & Biaya yang Harus dibayar di Awal

Pengajuan KPR pasti diiringi dengan sejumlah biaya, baik yang dibayarkan di depan atau sejumlah biaya yang menambah nilai cicilan itu sendiri (biaya bunga). Besaran biaya ini akan sangat tergantung pada kebijakan masing-masing bank penerbit KPR.

 

Meskipun secara garis besar Bank Indonesia memiliki kebijakan khusus terkait dengan hal tersebut, namun bank tertentu memiliki kewenangan tersendiri untuk menyesuaikan di dalam kegiatan operasional mereka.

 

Sesuai dengan peraturan terbaru BI, makan besaran uang muka KPR saat ini adalah 15% untuk rumah tapak pertama, 20% rumah kedua, dan 25% untuk rumah berikutnya. Namun besaran uang muka ini bisa saja berbeda pada setiap bank, tergantung pada kebijakan yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan.

 

Dengan asumsi harga rumah sebesar Rp. 600 juta, makan uang muka yang akan dikenakan adalah sebesar 15% x Rp. 600 juta yaitu Rp. 90 juta.

 

Dengan demikian, jumlah pokok kredit adalah harga rumah dikurangi uang muka Rp. 600 juta dikurangi Rp. 90 juta adalah Rp. 510 juta.

 

Menghitung Pajak Pembeli (BPHTB)

 

Untuk menghiung pajak pembelian, ada komponen NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Besarannya bisa berubah sesuai peraturan pemerintah

 

Bila rumah di atas berada di Jakarta, makan NJOPTKP nya sebesar Rp. 60 juta.

 

Pajak pembeli adalah 5% x(Harga Rumah -NJOPTKP) = 5% x(Rp. 600 juta – Rp. 60 jut) = Rp 27 juta.

 

Menghitung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

PNBP = (1/1000x harga rumah) + Rp. 50 ribu

            = (1/1000xRp 600 juta) + Rp 50 ribu

            = Rp. 650 ribu

 

Menghitung Biaya Balik Nama

BBN = (1%x Harga Rumah) + Rp. 500 ribu (bisa berubah sewaktu-waktu)

            = (1% x Rp 600 juta) _ Rp 500 ribu

            = Rp. 6.5 juta

 

2. Biaya Bunga dan Besaran Cicilan KPR

Dengan asumsi bunga 10 % setahun, dan tenor KPR 5 tahun, maka perhitungan KPR adalah sebagai berikut:

 

Cicilan per bulan = (Pokok kredit x bunga per bulan)/(1-(1+bunga per bulan)^  (-Tenor dalam satu bulan))

                                    = (Rp 510 juta x 10%/12)/(1-1+10%/12) ^(-60))

                                    = Rp 10.835.992,8

 

Bagaimana, sudah cukup menjelaskan bukan? Yuk, mulai hitung-hitung KPR rumah idamanmu!