KPR adalah suatu fasilitas pinjaman dari perbankan ataupun perusahaan pembiayaan kepada nasabah untuk membeli rumah. Pengajuan KPR dibebani dengan sejumlah biaya, contohnya biaya yang dibayarkan di depan atau sejumlah biaya yang menambah nilai cicilan atau biasa disebut bunga.

Jumlah bunga tergantung pada kebijakan setiap bank penerbit KPR, tetapi secara garis besar tetap menyesuaikan dengan peraturan Bank Indonesia. Sesuai dengan peraturan terbaru dari BI, plafon pemberian KPR maksimal adalah 5%.

Skema pembiayaan KPR biasanya berada pada kisaran 85-90% dari harga rumah. Berarti, Anda harus menyediakan uang muka sebesar 10-25% dari harga rumah.

Tiga Jenis penghitungan bunga pinjaman untuk semua produk pinjaman yaitu penghitungan suku bunga flat, efektif, dan anuitas.

  1. Penghitungan Suku Bunga Flat

Penghitungan suku bunga flat akan membuat Anda membayar cicilan pokok dan bunha dengan jumlah yang sama setiap bulan.

Bunga Per bulan = (Pokok pinjaman  x suku bunga x jumlah jangka waktu kredit)/ jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

  1. Penghitungan Suku Bunga Efektif

Penghitungan suku bunga efektif (sliding rate) merupakan perhitungan bunga pinjaman yang dilakukan pada setiap akhir periode cicilan. Bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap bulan atau nilai pokok yang belum dibayarkan oleh nasabah.

Jumlah bunga setiap bulan akan berubah sesuai dengan nilai pokok yang belum dibayarkan, sehingga nilai bunga akan berkurang dari waktu ke waktu. Artinya, cicilan bulan kedua lebih kecil daripada bulan pertama, cicilan bulan ketiga lebih kecil daripada cicilan bulan kedua, dan seterusnya.

Bunga= Saldo pokok pinjaman bunga sebelumnya x suku bunga per tahun x (30/360)

  1. Penghitungan Suku Bunga Anuitas

Perhitungan suku bunga anuitas merupakan bentuk modifikasi dari perhitungan bunga pinjaman efektif. Besaran cicilan pada pehitungan ini berjumlah sama, tetapi komposisi bunga dan pokok  cicilan akan berubah setiap periode.

Nilai bunga per bulan juga akan berkurang, tetapi cicilan pokok akan membesar. Dengan demikian, porsi di masa awal pinjaman menjadi sangat besar, namun lambat laun akan mengecil di masa akhir pinjaman.

Bunga = Saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya x suku bunga per tahun x (30/360)

Skema bunga bank yang biasa diterapkan KPR ada dua macam, suku bunga KPR tetap (fixed) atau fluktuatif (floating)

Bunga tetap

Bunga dikenakan kepada debitur dengan patokan angka tertentu selama tenor tertentu. Contohnya, suku bunga tetap sebesar 9% selama satu tahun, walaupun suku bunga pasar fluktuatif.

Bunga mengambang

Bunga dikenakan kepada debitur mengikuti fluktuasi suku bunga acuan (BI rate). Contohnya, cicilan dengan bunga tetap selama beberapa tahun pertama, kemudian sisanya dengan bunga mengambang.