Hotel menjadi sektor yang paling terkena dampak setelah penyebaran pandemi Covid-19. Secara keseluruhan, tingkat hunian di Jabodetabek mencapai 15,3%, turun tajam sebesar 33,5% selama kuartal kedua dan ini merupakan tingkat hunian terendah sepanjang waktu.
Dari total 219 hotel di Jabodetabek, sekitar 33,3% (73 hotel) belum beroperasi, sedangkan banyak lainnya buka dengan operasional terbatas. Sebagian besar hotel yang beroperasi pada kuartal kedua memiliki tingkat hunian rata-rata di bawah 15,0%. Profil permintaan datang dari tamu liburan atau keluarga melalui pemesanan OTA.
Ada beberapa persyaratan besar dari perusahaan minyak & gas dan pelayaran di hotel-hotel tertentu untuk mengakomodasi masa isolasi bagi pekerjanya sebelum atau setelah perjalanan ke / dari lapangan.
Tidak ada aktivitas MICE yang dilakukan selama kuartal kedua. Pemesanan ruang meeting terkadang datang dari orang yang membutuhkan tempat yang nyaman untuk dirinya sebagai pembicara di webinar.
Sejalan dengan penurunan tajam tingkat hunian, tarif kamar juga turun secara signifikan sekitar 19,0%. Sehingga, sebagian besar hotel mengalami penurunan pendapatan di kuartal tersebut.