Pandemi Covid-19 berdampak negatif di pasar perkantoran. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan tingkat okupansi dan tarif sewa yang terus mengalami tekanan hingga kuartal kedua tahun 2020. Sewa lebih bisa dinegosiasikan dengan menerapkan potongan harga yang lebih besar atau pembayaran yang lebih mudah. istilah.
Penurunan okupansi itu merata di seluruh Jakarta. Ada sejumlah kecil calon penyewa yang mencari kantor baru selama kuartal tersebut. Selain itu, kinerja pasar yang rendah diindikasikan oleh kurangnya inspeksi lokasi oleh calon penyewa, penundaan bahkan pembatalan perjanjian sewa, penahanan keputusan relokasi, dan penangguhan pemasangan. Beberapa penyewa dengan masa sewa yang berakhir pada kuartal kedua memutuskan untuk pindah dari gedung perkantoran. Ada penghentian dini, serta relokasi penyewa ke gedung yang lebih murah.