Pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian banyak negara bahkan beberapa negara maju telah masuk ke dalam jurang krisis perekonomian dengan pertumbuhan ekonomi negaranya yang negatif. Karena itu menjadi upaya besar semua pemerintah untuk membuat pertumbuhan ekonomi negaranya tidak terpuruk terlalu dalam akibat pandemi ini.

Di Indonesia, seperti beberapa kali diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, sektor properti menjadi salah satu faktor yang diandalkan untuk membangkitkan perekonomian yang melemah karena pandemi Covid -19. Properti memiliki efek berganda (multflier effect) yang besar terhadap sektor lainnya.

“Pemerintah telah menjadikan properti menjadi salah satu leading setor karena telah memiliki multiflier effect yang besar dengan menggerakan lebih dari 170 industri ikutannya seperti material bangunan, bisnis arsitektur, interior, furnitur, dan sebagainya. Properti yang maju akan meningkatkan produktivitas masyarakat makanya ini akan terus didorong dengan regulasi maupun berbagai program untuk kemudahan sektor ini,” ujarnya saat membuka Pameran Indonesia Property Virtual Expo (IPEX) 2020 yang diselenggarakan Bank BTN.

Sebagai leading sector, Basuki berharap agar semua penyelenggara perumahan bisa memanfaatkan momentum untuk peningkatan bisnis properti. Hal lain yang juga ditekankannya yaitu semua penyelenggara komunitas perumahan baik pengembang, perbankan, maupun jasa keuangan untuk tetap mengedepankan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Terkait banyaknya perubahan khususnya untuk memasarkan produk properti saat situasi pandemi, Basuki juga mengapresiasi kreatifitas dari kalangan pengembang maupun perbankan. Beberapa channel digital yang digunakan untuk memasarkan produk properti sehingga masyarakat masih tetap bisa mencari tahu kebutuhan huniannya.

Ke depan, Basuki juga menjamin pemerintah akan terus memberikan kemudahan untuk sektor padat modal ini. Bahkan, sejak pandemi beberapa kemudahan seperti relaksasi untuk kemudahan sektor ini telah banyak dikeluarkan. Hal itu juga seiring dengan terus diturunkannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia yang diharapkan bsia membuat sektor properti lebih bergairah.

“Pandemi memang memukul banyak sektor, namun menurut Bank BTN sejak bulan Juli sudah ada peningkatan bahkan permintaan untuk rumah subsidi meningkat mencapai 70% dan non subsidi naik 30 persen. Kementerian PUPR sebagai regulator akan terus mendukung relaksasi regulasi untuk peningkatan pelayanan tapi tetap akan ketat untuk memastikan kualitas produk perumahan kepada masyarakat tetap terjamin karena itu salah satu tanggung jawab kami untuk melindungi masyarakat, “ pungkasnya.

(Sumber: rumahdotcom)