BPS mengatakan, dari 17 sektor lapangan usaha, secara tahunan hanya ada tujuh sektor yang masih tumbuh positif, yakni real estate, pertanian, jasa keuangan, jasa pendidikan, jasa kesehatan, pengadaan air, serta informasi dan komunikasi.

Masyarakat tentu perlu membangun optimisme agar pertumbuhan positif di kuartal III/2020 tercapai. Sebab beberapa indikator pada bulan Juni 2020 mengalami perbaikan, meski masih jauh dari kondisi normal.

Indikator yang mengalami perbaikan, antara lain dari sektor transportasi udara internasional, transportasi udara domestik, angkutan kereta penunpang, angkutan laut penumpang, dan tingkat penghunian kamar.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengharapkan, pemulihan ekonomi Indonesia bisa terjadi mulai dari kuartal III tahun 2020. Pasalnya, meskipun pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal II, data BPS menyebut bahwa salah satu sektor yang tumbuh positif adalah real estate, yakni 2.30 persen (y-o-y).

Secara kuartalan sektor real estate juga tumbuh negatif paling sedikit yaitu -0.26% persen (q-t-q). “Pasar properti nasional mulai menunjukkan sentimen positif pada kuartal II/2020. Suplai properti yang sempat tertahan pada kuartal I/2020 kini beranjak pulih,” kata Marine dalam siaran pers sebagaimana dikutip dalam Bisnis.com, Rabu 26 Agusts 2020.

Dari hasil laporan Rumah.com Indonesia Property Market Indek kuartal II/2020. Pulihnya kepercayaan pemangku kepentingan di bidang properti, terutama dari sisi penyedia suplai baik pengembang maupun penjual properti lainnya.

Marina menambahkan, Rumah.com Indonesia Property Market Index – Suplai kuartal II/2020 berada pada angka 131,6 atau naik 21 persen (q-t-q) dan 46 persen (y-o-y).

Kenaikan pada kuartal kedua tersebut tampaknya sebagai kompensasi, yaitu suplai pada kuartal sebelumnya tertahan dan turun sebesar 5% (q-t-q) dan 46% (y-o-y).

Kenaikan pada kuartal kedua tersebut tampaknya sebagai kompensasi, yaitu suplai pada kuartal sebelumnya tertahan dan turun sebesar 5 persen (q-t-q) pada kuartal I/2020.

Namun, optimisme yang terlihat pada indeks suplai belum tentu diikuti oleh indeks harga. Rumah.com Indonesia Property Market Index – Harga kuartal II/2020 mencatat indeks harga berada pada angka 110,6 atau turun 1,7 persen dari kuartal sebelumnya. Secara y-o-y, indeks masih menunjukkan kenaikan 2.3 persen.

(Sumber: rumahdotcom)